KEWAJIBAN SEORANG PEMIMPIN DALAM MENEGAKKAN KEADILAN
Ketahuilah bahwasanya allah telah memerintahkan hambanya untuk berbuat adil dan menegakkan keadilan. Dan melarangnya dari penylewengan, penganiyaan dan kezaliman karena masyarakat tidak akan pernah tegak lurus dan umat tidak akan bahagia, kecuali dengan tegaknya keadilan. Sesungguhnya allah SWT mendorong ditegakkannya keadilan dan memerintahkan untuk diberlakukan nya keadilan di dalam semua keadaan,pekerjaan, hokum,perdamaian antar umat manusia,anak istri,dan setiap orang yang mempunyai hak.
Manakala seseorang sudah tidak berlaku adil, ia akan jatuh dalam kezaliman, padahal allah mengharamkan kezaliman dan mengancam dengan siksaan yang sangat pedih.Maka begitu pun dengan seorang pemimpin yang adil akan memperoleh pahala yang tidak akan di peroleh oleh siapapun, apabila ia adil pada rakyatnya , baik mereka yang deka t maupun yang jauh daripadanya.Dengan keadilan seorang pemimpin maka akan terjamin keamanan dan kedamaian serta kelayakan hidup, keberkahan akan melimpah terhadap setiap usaha baik pertanian, perkebunan dan peternakan. Dengan keadilan pemimpin pula keamanan menjadi stabil fitnah menfitnah di kalangan umat semakin reda dan pertumbahan dapat terlindungi.
Akan tetapi apabila yang ada hanyalah pemimpin yang hanya menyimpangkan kesewenang2an dan ketidak adilah maka yang demikian itulah akan menjadi sebab tidak adanya kesetabilan dalam segala bidang, keresahan umat dan kekacauan masyarakat semakin meningkat. Partai dan golongan semakin bermunculan dan komplotan markuspun saling berdatangan.
Sesungguhnya seorang pemimpin itu dituntut untuk semakin hati-hati dan semakin sungguh2 di dalam menerapkan sebuah keadilan. Karena adilnya seorang pemimpin itu menjadi sebab tersalurnya sebuah hak kepada ahlinya dan menjadi sebab pula tercegahnya kedoliman. Akan tetapi seorang pemimpin menyimpang atau menyelengkan kekuasaan maka itu berarti ia meng NOL besarkan pada hokum Allah itu sendiri karena sama saja dengan menggelar kedoliman, mengobarkan kedendaman dan permusuhan di masyarakat.
“Wahai para pemimpin berbuat adilah engkau”

